Senin, 15 Desember 2014

Menyontek? Ogah kali!

Menyontek merupakan kebiasaan? Apa yang telah terjadi?
Menyontek  merupakan suatu perbuatan bahkan kebiasaan bagi seorang siswa pada saat kegiatan belajar mengajar seperti latihan, pr, bahkan ulangan. Mereka mencontek pada saat itu untuk menemukan “NILAI” bukan jawaban.
Mengapa saya katakan demikian, karena menyontek semata mata demi mendapatkan nilai yang bagus (nilai: nilai di raport atau nilai di mata orang). Menyontek bukan hanya dilakukan oleh orang yang bodoh saja namun juga sering dilakukan oleh “orang yang katanya pintar”. Lalu sebenarnya apa itu menyontek?
Menyontek adalah kegiatan untuk menyalin jawaban sebagian atau seluruh dari bahan, konsep, dan segala sesuatu yang dianggap penting dan memiliki hak cipta. Di dalam bahasa inggris menyontek disebut copying atau cheating. Lalu apa bedannya? Copying merupakan tindakan untuk menyalin, mengkopi, mencontoh, dsb milik lawan atau teman. Sedangkan cheating merupakan tindakan curang seperti membuat contekan, menyuap, dan melakukan segala sesuatu yang merupakan kecurangan. Kedua kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan, nilai, pujian, ataupun barang ciptaan.
Di Indonesia misalnya, kita tentu masih ingat kasus dimana banyak siswa yang menyontek saat UN, guru pengawas mendukungnya, dan hanya ada satu siswa yang tidak menyontek dan berani untuk melaporkannya ke pihak berwajib dan media. Bukan hanya ada di pendidikan saja. Budaya juga pernah dicontek. Ingat kasus peng-klaim-man kain batik, tari tor-tor, dan rendang oleh Malaysia? Itu juga bisa disebut sebagai menyontek budaya Indonesia, dimana mereka memberikan video yang mungkin penarinya adalah penari dari Indonesia ataupun mereka menyalin langsung budaya tersebut. Kita sebagai pribadi juga mungkin sering mengalami ketidak adilan ini.
Apa yang terjadi pada saat menyontek bagi pelakunya? Sangat banyak. Jantung mereka akan berdegup lebih kencang dari biasanya, mereka sering sekali salah tingkah, matanya melirik kanan kiri untuk mencari sedikit rasa aman. Setelahnya, mereka akan merasa berdosa, menyesal, dan juga merasa bersalah. Apapun hasil yang mereka dapatkan, mereka tidak akan puas. Dan apabila hasilnya diluar harapan, mereka akan sangat menyesal dan bersalah. Apa lagi jika mereka ketahuan. Kemungkinan besar mereka akan menangis, menyesal, dan merasa sangat bersalah. Mereka akan diliputi rasa dosa yang besar.
Lalu, selain untuk mendapat keuntungan, apa lagi yang membuat seseorang melakukan itu?
1.      Mereka ingin mempertahankan eksistensi
Mengapa demikian? Karena apabila mereka tidak demikian, pandangan orang orang terhadap mereka akan memburuk dan mental mereka bakal jatuh! Sehingga mereka merasa minder dan orang lain akan menekan mereka langsung maupun tak langsung
2.      Mereka orang orang yang mengiyakan segala cara
Kadang kemenagan membutuhkan cara atau proses yang sulit. Nah, si pencontek ini melakukan cara praktis yang tentunya salah besar! Sebenarnya sangat banyak cara benar yang mungkin praktis dan mudah. Namun, mereka tak cukup kuat memutar otak.
3.      Mereka bukan seorang pemenang sejati
Seorang pemenang ialah seorang yang mampu mengatasi tantangannya dengan penuh tanggung jawab. Lance Armstrong misalnya: dia memenangi hampir seluruh kejuaraan sepeda dan menjadi terkenal, kaya, dan disegani. Namun, dia ternyata melakukan doping. Seluruh penghargaannya diambil dan dia wajib membayar sejumlah uang. Lalu, bagaimana dengan pencontek? Hampir sama. Apa yang mereka dapatkan hanya bersifat sementara. Mereka bahkan tak mampu mengatasi tantangannya. Seluruh kemenangannya tak berarti bagi dia. Dia tak bakal puas atau bahkan malu jika lawannya yang benar mengalahkan dia. Mereka tak berani mengambil resiko dan tak ingin jatuh. Banyak sekali tokoh tokoh dunia yang berani mengambil resiko, terjatuh, dan berhasil. Ir. Joko Widodo misalnya: dia anak dari keluarga yang tak cukup mampu. Kemudian, dia menjadi pengusaha kayu dan selanjutnya mengambil resiko mencalonkan diri menjadi walikota dan dia ternyata berhasil. Dia punya mental pemenang. Dia berani melarang adanya Alfamart dan Indomart beredar di Solo. Mereka mematuhinya. Jokowi kini disegani banyak orang dan dia menjadi seorang presiden!

            Demikianlah posting saya kali ini. Sekali lagi, menyontek atau berbuat curang tak ada gunanya. Berperilakulah positif dan anda bakal menjadi pemenang. Thanks!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar