Senin, 20 Maret 2017

Senin, 15 Desember 2014

Menyontek? Ogah kali!

Menyontek merupakan kebiasaan? Apa yang telah terjadi?
Menyontek  merupakan suatu perbuatan bahkan kebiasaan bagi seorang siswa pada saat kegiatan belajar mengajar seperti latihan, pr, bahkan ulangan. Mereka mencontek pada saat itu untuk menemukan “NILAI” bukan jawaban.
Mengapa saya katakan demikian, karena menyontek semata mata demi mendapatkan nilai yang bagus (nilai: nilai di raport atau nilai di mata orang). Menyontek bukan hanya dilakukan oleh orang yang bodoh saja namun juga sering dilakukan oleh “orang yang katanya pintar”. Lalu sebenarnya apa itu menyontek?
Menyontek adalah kegiatan untuk menyalin jawaban sebagian atau seluruh dari bahan, konsep, dan segala sesuatu yang dianggap penting dan memiliki hak cipta. Di dalam bahasa inggris menyontek disebut copying atau cheating. Lalu apa bedannya? Copying merupakan tindakan untuk menyalin, mengkopi, mencontoh, dsb milik lawan atau teman. Sedangkan cheating merupakan tindakan curang seperti membuat contekan, menyuap, dan melakukan segala sesuatu yang merupakan kecurangan. Kedua kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan, nilai, pujian, ataupun barang ciptaan.
Di Indonesia misalnya, kita tentu masih ingat kasus dimana banyak siswa yang menyontek saat UN, guru pengawas mendukungnya, dan hanya ada satu siswa yang tidak menyontek dan berani untuk melaporkannya ke pihak berwajib dan media. Bukan hanya ada di pendidikan saja. Budaya juga pernah dicontek. Ingat kasus peng-klaim-man kain batik, tari tor-tor, dan rendang oleh Malaysia? Itu juga bisa disebut sebagai menyontek budaya Indonesia, dimana mereka memberikan video yang mungkin penarinya adalah penari dari Indonesia ataupun mereka menyalin langsung budaya tersebut. Kita sebagai pribadi juga mungkin sering mengalami ketidak adilan ini.
Apa yang terjadi pada saat menyontek bagi pelakunya? Sangat banyak. Jantung mereka akan berdegup lebih kencang dari biasanya, mereka sering sekali salah tingkah, matanya melirik kanan kiri untuk mencari sedikit rasa aman. Setelahnya, mereka akan merasa berdosa, menyesal, dan juga merasa bersalah. Apapun hasil yang mereka dapatkan, mereka tidak akan puas. Dan apabila hasilnya diluar harapan, mereka akan sangat menyesal dan bersalah. Apa lagi jika mereka ketahuan. Kemungkinan besar mereka akan menangis, menyesal, dan merasa sangat bersalah. Mereka akan diliputi rasa dosa yang besar.
Lalu, selain untuk mendapat keuntungan, apa lagi yang membuat seseorang melakukan itu?
1.      Mereka ingin mempertahankan eksistensi
Mengapa demikian? Karena apabila mereka tidak demikian, pandangan orang orang terhadap mereka akan memburuk dan mental mereka bakal jatuh! Sehingga mereka merasa minder dan orang lain akan menekan mereka langsung maupun tak langsung
2.      Mereka orang orang yang mengiyakan segala cara
Kadang kemenagan membutuhkan cara atau proses yang sulit. Nah, si pencontek ini melakukan cara praktis yang tentunya salah besar! Sebenarnya sangat banyak cara benar yang mungkin praktis dan mudah. Namun, mereka tak cukup kuat memutar otak.
3.      Mereka bukan seorang pemenang sejati
Seorang pemenang ialah seorang yang mampu mengatasi tantangannya dengan penuh tanggung jawab. Lance Armstrong misalnya: dia memenangi hampir seluruh kejuaraan sepeda dan menjadi terkenal, kaya, dan disegani. Namun, dia ternyata melakukan doping. Seluruh penghargaannya diambil dan dia wajib membayar sejumlah uang. Lalu, bagaimana dengan pencontek? Hampir sama. Apa yang mereka dapatkan hanya bersifat sementara. Mereka bahkan tak mampu mengatasi tantangannya. Seluruh kemenangannya tak berarti bagi dia. Dia tak bakal puas atau bahkan malu jika lawannya yang benar mengalahkan dia. Mereka tak berani mengambil resiko dan tak ingin jatuh. Banyak sekali tokoh tokoh dunia yang berani mengambil resiko, terjatuh, dan berhasil. Ir. Joko Widodo misalnya: dia anak dari keluarga yang tak cukup mampu. Kemudian, dia menjadi pengusaha kayu dan selanjutnya mengambil resiko mencalonkan diri menjadi walikota dan dia ternyata berhasil. Dia punya mental pemenang. Dia berani melarang adanya Alfamart dan Indomart beredar di Solo. Mereka mematuhinya. Jokowi kini disegani banyak orang dan dia menjadi seorang presiden!

            Demikianlah posting saya kali ini. Sekali lagi, menyontek atau berbuat curang tak ada gunanya. Berperilakulah positif dan anda bakal menjadi pemenang. Thanks!

Jumat, 08 Agustus 2014

Penjajahan Bangsa Asing

Kolonialisme dan Imperialisme Bangsa Asing

Hampir 3,5 abad lebih para penjajah dari bangsa luar menjajah negara kita. Penjajahan ini dikenal sebagai Kolonialisme dan Imperialisme. Kolonialisme merupakan penjajahan untuk menamkan kekuasaan di suatu negara, sedangkan imperialisme merupakan penjajahan untuk memperluas daerah kekuasaan di suatu negara. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai itu. Selamat membaca!

Bangsa Bangsa yang pernah menjajah Indonesia
   1. Inggris
 Inggris menjajah sekitar 5 tahun. Dari tahun 1811- 1816 melalui kapitulasi Tuntang. Mereka dipimpin Thomas Stamford Raffles. Dia mengeluarkan kebijakan Landrent System, yang membuat semua warga menyewa tanah untuk berusaha.  Kondisi kekuatan Inggris yang tak sebanding dengan Belanda membuatnya tidak bisa menjajah seperti Belanda. Negara negara yang pernah dijajah Inggris, membentuk sebuah organisasi bernama persemakmuran. Namun, Indonesia menolak akan hal itu. Menurut Indonesia, itu sama saja dengan penjajahan ulang. 
  2. Belanda
      Belanda yang merupakan salah satu negara terkuat pada waktu itu juga menginginkan Indonesia yang kaya akan segala sumber daya. Entah SDA, SDM, ataupun Sumber daya lahan. Belanda menjajah Indonesia sekitar 350 tahun 1816-1942. Mereka dipimpin Herman William Daendels, Janssens, dan Van den Bosch secara berturut turut.
     Herman William Daendels menerapkan sistem kerja dan tanam paksa yang kejam. Dia jugalah yang memerintahkan pembangunan jalan 1000 km Anyer-Panarukan. Mitosnya banyak warga Indonesia yang mati kelaparan. Sehingga arwahnya di sana belum tenang. Akibat kegiatan tersebut, Daendels diberhentikan.
   Jannsens merupakan pengganti Daendels. Dia tak bisa berbuat banyak. Banyaknya rakyat Indonesia yang tidak suka pada Belanda membuatnya tidak bisa mengumpulkan pasukan dari sana. Belum lagi, pasukan kerajaan yang diminta Daendels banyak mati dan sakit sakitan. Akibatnya, saat Inggris mulai masuk Indonesia, Belanda kewalahan dan menyerah tanpa syarat.
   Van den Bosch merupakan pemimipin Belanda setelah Kapitulasi Tuntang berakhir. Dia menerapkan sistem tanam paksa (cultuurstelsel) dan penyerahan wajib. Dia memerintah cukup lama.
   3. Portugis
   Portugis datang ke Indonesia melalui Maluku. Dari sinilah awal mulanya masuknya Kristen- Katolik. Portugis saat itu menyebarkan agama Katolik, sedang Belanda menyebarkan agama Kristen.
   Pemimpin Portugis saat itu ialah Alfonso d'alburqueque. Portugis tidak bisa berlama lama di Indonesia. Kuatnya Belanda saat itu, membuat mereka tidak bisa menjajah berlama lama
   4. Jepang
   Akibat restorasi besar besaran Jepang oleh Kaisar Meiji saat itu. Jepang menjadi negara Industri. Namun, Jepang tidak memiliki sumber daya yang besar sehingga menjajah negara lainnya. Jepang menjajah Indonesia tahun 1942- 1945. Mereka jauh lebih kejam dari pada penjajah penjajah sebelumnya. 1942, saat Jepang menyerang Pearl Harbour, Jepang menguasai daerah jajahan Inggris. Namun, akhirnya Ingris menyerang balik Jepang. Mereka menjatuhkan 2 bom atom masing masign di kota Nagasaki dan Hiroshima. Berjuta juta nyawa hilang pada saat itu. Akhirnya Jepang keluar dari Indonesia.

17 Agustus 1945, setelah para tokoh Indonesia kembali dari Dalat, Vietnam. Mereka memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Para tokoh itu ialah Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta, Sutan Syahrir, dan Ahmad Soebarjo. Merdekaa!!!!!1

Kamis, 07 Agustus 2014

Dinginnya” menjadi daya tarik Kabupaten Arga Makmur


ARGA MAKMUR- BENGKULU UTARA. Apa yang biasanya, terpikir dari anda apabila pergi berlibur ke desa? Dingin, indah, atau asri? Bosan liburan di kota? Saya punya solusi. Terletak di Provinsi Bengkulu, Kabupaten satu ini cukup mencari perhatian. Bukan dari keburukunnya pastinya. Menempuh sekitar 2 jam perjalanan dari pusat kota Bengkulu. Rasa lelah terbayarkan dengan semua wisata yang ada. Bagaimana tidak? Kabupaten ini punya “Selemari” tempat  wisata.Bayangkan mampu menikmati indahnya sawah, perbukitan, pantai, dan indahya keaneka ragaman agama.
 Keaneka ragaman agama? Iya. Coba bayangkan! Di suatu tempat terdapat : masjid, pure, gereja yang hanya
berjarak sekitar  200 m. Mustahil? Tapi tidak untuk kabupaten satu ini. Tuh. Lihat, kabupaten aja bisa masa kota nggak bisa sih?

          
Gambar disamping merupakan tugu perjuangan
Kembali ke judulnya ya! Dinginnya kabupaten satu ini disebabkan oleh sawah sawah  dan juga perbukitan indah . Bukan hanya itu penyebabnya pantai “ Lais” yang merupakan salah satu pantai di sini merupakan salah satu faktor pendukungya. Jalanan yang sepi, juga membuat kapubaten satu ini tambah dingin, teman- teman. Gimana. Tertarik? Oh ya jangan lupa satu lagi. Buat para pembaca yang gemar minum kopi, silahkan dicari di sini. Karena kopi di sini “ Jos Gandos”. Nama produknya “ Kopi 1001”. He.. he.. he.
Arga Makmur. Kira kira bangunan unik satu
ini punya ketingggian 6m. Lumayan tinggi sih.
Gimana sudah punya tempat liburan solusi?

See you next time! (jose)