All About Jose & Relation
Senin, 22 Mei 2017
Minggu, 21 Mei 2017
Senin, 15 Desember 2014
Menyontek? Ogah kali!
Menyontek merupakan kebiasaan? Apa yang telah
terjadi?
Menyontek merupakan suatu perbuatan bahkan kebiasaan
bagi seorang siswa pada saat kegiatan belajar mengajar seperti latihan, pr,
bahkan ulangan. Mereka mencontek pada saat itu untuk menemukan “NILAI” bukan
jawaban.
Mengapa saya katakan
demikian, karena menyontek semata mata demi mendapatkan nilai yang bagus
(nilai: nilai di raport atau nilai di mata orang). Menyontek bukan hanya
dilakukan oleh orang yang bodoh saja namun juga sering dilakukan oleh “orang
yang katanya pintar”. Lalu sebenarnya apa itu menyontek?
Menyontek adalah
kegiatan untuk menyalin jawaban sebagian atau seluruh dari bahan, konsep, dan
segala sesuatu yang dianggap penting dan memiliki hak cipta. Di dalam bahasa
inggris menyontek disebut copying
atau cheating. Lalu apa bedannya? Copying merupakan tindakan untuk
menyalin, mengkopi, mencontoh, dsb milik lawan atau teman. Sedangkan cheating merupakan tindakan curang
seperti membuat contekan, menyuap, dan melakukan segala sesuatu yang merupakan
kecurangan. Kedua kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan, nilai,
pujian, ataupun barang ciptaan.
Di Indonesia misalnya,
kita tentu masih ingat kasus dimana banyak siswa yang menyontek saat UN, guru
pengawas mendukungnya, dan hanya ada satu siswa yang tidak menyontek dan berani
untuk melaporkannya ke pihak berwajib dan media. Bukan hanya ada di pendidikan
saja. Budaya juga pernah dicontek. Ingat kasus peng-klaim-man kain batik, tari
tor-tor, dan rendang oleh Malaysia? Itu juga bisa disebut sebagai menyontek
budaya Indonesia, dimana mereka memberikan video yang mungkin penarinya adalah
penari dari Indonesia ataupun mereka menyalin langsung budaya tersebut. Kita
sebagai pribadi juga mungkin sering mengalami ketidak adilan ini.
Apa yang terjadi pada
saat menyontek bagi pelakunya? Sangat banyak. Jantung mereka akan berdegup
lebih kencang dari biasanya, mereka sering sekali salah tingkah, matanya
melirik kanan kiri untuk mencari sedikit rasa aman. Setelahnya, mereka akan
merasa berdosa, menyesal, dan juga merasa bersalah. Apapun hasil yang mereka
dapatkan, mereka tidak akan puas. Dan apabila hasilnya diluar harapan, mereka
akan sangat menyesal dan bersalah. Apa lagi jika mereka ketahuan. Kemungkinan
besar mereka akan menangis, menyesal, dan merasa sangat bersalah. Mereka akan
diliputi rasa dosa yang besar.
Lalu, selain untuk
mendapat keuntungan, apa lagi yang membuat seseorang melakukan itu?
1. Mereka
ingin mempertahankan eksistensi
Mengapa
demikian? Karena apabila mereka tidak demikian, pandangan orang orang terhadap
mereka akan memburuk dan mental mereka bakal jatuh! Sehingga mereka merasa
minder dan orang lain akan menekan mereka langsung maupun tak langsung
2. Mereka
orang orang yang mengiyakan segala cara
Kadang
kemenagan membutuhkan cara atau proses yang sulit. Nah, si pencontek ini
melakukan cara praktis yang tentunya salah besar! Sebenarnya sangat banyak cara
benar yang mungkin praktis dan mudah. Namun, mereka tak cukup kuat memutar
otak.
3. Mereka
bukan seorang pemenang sejati
Seorang
pemenang ialah seorang yang mampu mengatasi tantangannya dengan penuh tanggung
jawab. Lance Armstrong misalnya: dia memenangi hampir seluruh kejuaraan sepeda
dan menjadi terkenal, kaya, dan disegani. Namun, dia ternyata melakukan doping. Seluruh penghargaannya diambil
dan dia wajib membayar sejumlah uang. Lalu, bagaimana dengan pencontek? Hampir
sama. Apa yang mereka dapatkan hanya bersifat sementara. Mereka bahkan tak
mampu mengatasi tantangannya. Seluruh kemenangannya tak berarti bagi dia. Dia
tak bakal puas atau bahkan malu jika lawannya yang benar mengalahkan dia.
Mereka tak berani mengambil resiko dan tak ingin jatuh. Banyak sekali tokoh
tokoh dunia yang berani mengambil resiko, terjatuh, dan berhasil. Ir. Joko
Widodo misalnya: dia anak dari keluarga yang tak cukup mampu. Kemudian, dia
menjadi pengusaha kayu dan selanjutnya mengambil resiko mencalonkan diri
menjadi walikota dan dia ternyata berhasil. Dia punya mental pemenang. Dia
berani melarang adanya Alfamart dan Indomart beredar di Solo. Mereka
mematuhinya. Jokowi kini disegani banyak orang dan dia menjadi seorang
presiden!
Demikianlah
posting saya kali ini. Sekali lagi, menyontek atau berbuat curang tak ada
gunanya. Berperilakulah positif dan anda bakal menjadi pemenang. Thanks!
Jumat, 08 Agustus 2014
Penjajahan Bangsa Asing
Kolonialisme
dan Imperialisme Bangsa Asing
Hampir 3,5 abad lebih para penjajah dari bangsa luar menjajah negara kita. Penjajahan ini dikenal sebagai Kolonialisme dan Imperialisme. Kolonialisme merupakan penjajahan untuk menamkan kekuasaan di suatu negara, sedangkan imperialisme merupakan penjajahan untuk memperluas daerah kekuasaan di suatu negara. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai itu. Selamat membaca!
Bangsa Bangsa yang pernah menjajah Indonesia
1. Inggris
Inggris menjajah sekitar 5 tahun. Dari tahun 1811- 1816 melalui kapitulasi Tuntang. Mereka dipimpin Thomas Stamford Raffles. Dia mengeluarkan kebijakan Landrent System, yang membuat semua warga menyewa tanah untuk berusaha. Kondisi kekuatan Inggris yang tak sebanding dengan Belanda membuatnya tidak bisa menjajah seperti Belanda. Negara negara yang pernah dijajah Inggris, membentuk sebuah organisasi bernama persemakmuran. Namun, Indonesia menolak akan hal itu. Menurut Indonesia, itu sama saja dengan penjajahan ulang.
2. Belanda
Belanda yang merupakan salah satu negara terkuat pada waktu itu juga menginginkan Indonesia yang kaya akan segala sumber daya. Entah SDA, SDM, ataupun Sumber daya lahan. Belanda menjajah Indonesia sekitar 350 tahun 1816-1942. Mereka dipimpin Herman William Daendels, Janssens, dan Van den Bosch secara berturut turut.
Herman William Daendels menerapkan sistem kerja dan tanam paksa yang kejam. Dia jugalah yang memerintahkan pembangunan jalan 1000 km Anyer-Panarukan. Mitosnya banyak warga Indonesia yang mati kelaparan. Sehingga arwahnya di sana belum tenang. Akibat kegiatan tersebut, Daendels diberhentikan.
Jannsens merupakan pengganti Daendels. Dia tak bisa berbuat banyak. Banyaknya rakyat Indonesia yang tidak suka pada Belanda membuatnya tidak bisa mengumpulkan pasukan dari sana. Belum lagi, pasukan kerajaan yang diminta Daendels banyak mati dan sakit sakitan. Akibatnya, saat Inggris mulai masuk Indonesia, Belanda kewalahan dan menyerah tanpa syarat.
Van den Bosch merupakan pemimipin Belanda setelah Kapitulasi Tuntang berakhir. Dia menerapkan sistem tanam paksa (cultuurstelsel) dan penyerahan wajib. Dia memerintah cukup lama.
3. Portugis
Portugis datang ke Indonesia melalui Maluku. Dari sinilah awal mulanya masuknya Kristen- Katolik. Portugis saat itu menyebarkan agama Katolik, sedang Belanda menyebarkan agama Kristen.
Pemimpin Portugis saat itu ialah Alfonso d'alburqueque. Portugis tidak bisa berlama lama di Indonesia. Kuatnya Belanda saat itu, membuat mereka tidak bisa menjajah berlama lama
4. Jepang
Akibat restorasi besar besaran Jepang oleh Kaisar Meiji saat itu. Jepang menjadi negara Industri. Namun, Jepang tidak memiliki sumber daya yang besar sehingga menjajah negara lainnya. Jepang menjajah Indonesia tahun 1942- 1945. Mereka jauh lebih kejam dari pada penjajah penjajah sebelumnya. 1942, saat Jepang menyerang Pearl Harbour, Jepang menguasai daerah jajahan Inggris. Namun, akhirnya Ingris menyerang balik Jepang. Mereka menjatuhkan 2 bom atom masing masign di kota Nagasaki dan Hiroshima. Berjuta juta nyawa hilang pada saat itu. Akhirnya Jepang keluar dari Indonesia.
17 Agustus 1945, setelah para tokoh Indonesia kembali dari Dalat, Vietnam. Mereka memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Para tokoh itu ialah Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta, Sutan Syahrir, dan Ahmad Soebarjo. Merdekaa!!!!!1
2. Belanda
Belanda yang merupakan salah satu negara terkuat pada waktu itu juga menginginkan Indonesia yang kaya akan segala sumber daya. Entah SDA, SDM, ataupun Sumber daya lahan. Belanda menjajah Indonesia sekitar 350 tahun 1816-1942. Mereka dipimpin Herman William Daendels, Janssens, dan Van den Bosch secara berturut turut.
Herman William Daendels menerapkan sistem kerja dan tanam paksa yang kejam. Dia jugalah yang memerintahkan pembangunan jalan 1000 km Anyer-Panarukan. Mitosnya banyak warga Indonesia yang mati kelaparan. Sehingga arwahnya di sana belum tenang. Akibat kegiatan tersebut, Daendels diberhentikan.
Jannsens merupakan pengganti Daendels. Dia tak bisa berbuat banyak. Banyaknya rakyat Indonesia yang tidak suka pada Belanda membuatnya tidak bisa mengumpulkan pasukan dari sana. Belum lagi, pasukan kerajaan yang diminta Daendels banyak mati dan sakit sakitan. Akibatnya, saat Inggris mulai masuk Indonesia, Belanda kewalahan dan menyerah tanpa syarat.
Van den Bosch merupakan pemimipin Belanda setelah Kapitulasi Tuntang berakhir. Dia menerapkan sistem tanam paksa (cultuurstelsel) dan penyerahan wajib. Dia memerintah cukup lama.
3. Portugis
Portugis datang ke Indonesia melalui Maluku. Dari sinilah awal mulanya masuknya Kristen- Katolik. Portugis saat itu menyebarkan agama Katolik, sedang Belanda menyebarkan agama Kristen.
Pemimpin Portugis saat itu ialah Alfonso d'alburqueque. Portugis tidak bisa berlama lama di Indonesia. Kuatnya Belanda saat itu, membuat mereka tidak bisa menjajah berlama lama
4. Jepang
Akibat restorasi besar besaran Jepang oleh Kaisar Meiji saat itu. Jepang menjadi negara Industri. Namun, Jepang tidak memiliki sumber daya yang besar sehingga menjajah negara lainnya. Jepang menjajah Indonesia tahun 1942- 1945. Mereka jauh lebih kejam dari pada penjajah penjajah sebelumnya. 1942, saat Jepang menyerang Pearl Harbour, Jepang menguasai daerah jajahan Inggris. Namun, akhirnya Ingris menyerang balik Jepang. Mereka menjatuhkan 2 bom atom masing masign di kota Nagasaki dan Hiroshima. Berjuta juta nyawa hilang pada saat itu. Akhirnya Jepang keluar dari Indonesia.
17 Agustus 1945, setelah para tokoh Indonesia kembali dari Dalat, Vietnam. Mereka memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Para tokoh itu ialah Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta, Sutan Syahrir, dan Ahmad Soebarjo. Merdekaa!!!!!1
Kamis, 07 Agustus 2014
“Dinginnya” menjadi daya tarik Kabupaten
Arga Makmur
berjarak
sekitar 200 m. Mustahil? Tapi tidak untuk kabupaten
satu ini. Tuh. Lihat, kabupaten aja bisa masa kota nggak bisa sih?
Gambar disamping merupakan tugu perjuangan
ini punya
ketingggian 6m. Lumayan tinggi sih.
Gimana sudah
punya tempat liburan solusi?
See you next
time! (jose)
Langganan:
Komentar (Atom)



